shape by u loved

We Are Shaped by What We Love




Ada satu kutipan dari Steal Like an Artist karya Austin Kleon yang selalu teringat setiap kali saya memikirkan tentang diri sendiri:

“We are shaped by what we love, even our genetics are made of it.”

Ketika pertama kali membaca kalimat itu, saya sempat berhenti sejenak.
Ada sesuatu yang sederhana, tapi juga sangat benar di dalamnya.
Selama ini kita sering mencari tahu siapa diri kita sebenarnya, padahal jawabannya mungkin sesederhana: lihatlah apa yang kita cintai.

Kalau saya menoleh ke belakang, saya sadar bahwa semua hal yang saya sukai — musik, film, buku, orang-orang yang saya kagumi, hingga kebiasaan kecil sehari-hari — semuanya punya peran dalam membentuk diri saya yang sekarang.
Tanpa saya sadari, hal-hal itu menempel perlahan, menyatu, dan menciptakan versi diri yang baru.

Dulu saya berpikir bahwa “inspirasi” berarti meniru.
Tapi ternyata, inspirasi bukan tentang siapa yang kita salin, melainkan apa yang kita cintai hingga menjadi bagian dari diri kita.
Semakin jujur kita terhadap hal-hal yang kita sukai, semakin autentik pula diri kita yang muncul.

Sama seperti genetik, kita adalah hasil dari dua orang yang saling mencintai.
Begitu pula dengan ide. Kita mengagumi sesuatu, mempelajarinya, lalu menambahkan bagian dari diri kita sendiri — dan lahirlah sesuatu yang baru.
Sesuatu yang tetap “kita”, tapi juga sedikit “mereka” yang pernah menginspirasi kita.

Dan mungkin di situlah letak keindahan dari menjadi manusia.
Tidak ada yang benar-benar orisinal, karena setiap orang adalah hasil dari cinta yang pernah mereka temui — baik dalam bentuk orang, karya, maupun pengalaman.

Posting Komentar

0 Komentar